Sebuah destinasi wisata di Tiongkok menjadi perbincangan hangat—bahkan bahan tertawaan—setelah upayanya meniru keagungan Gunung Fuji di Jepang dianggap gagal total. Tempat wisata yang dikenal sebagai Universe Fantasy Land, berlokasi di Provinsi Hebei, Tiongkok Utara, mendadak viral di media sosial lantaran penampilannya yang terkesan terlalu dipaksakan.
Seperti yang dilaporkan oleh South China Morning Post, puncak bukit yang sengaja diwarnai putih tersebut diharapkan dapat mereplikasi salju abadi yang menjadi ciri khas Gunung Fuji, ikon alam yang sangat terkenal di Jepang.
Namun, alih-alih pujian, hasilnya justru mengundang beragam komentar lucu dan kritik pedas dari para pengunjung yang merasa kecewa dan merasa tertipu oleh promosi yang beredar di media sosial.
Beberapa pengunjung bahkan memberikan julukan jenaka seperti “gunung matcha bersalju”, merujuk pada kombinasi warna hijau bukit dan putih di puncaknya yang mengingatkan pada minuman teh hijau susu. Meskipun tampil memukau dalam foto, kenyataannya dinilai jauh dari ekspektasi dan mengecewakan.
Dibanderol Rp 200 Ribu, Tapi Cuma Bukit Dicat Putih
Tidak hanya itu, banyak wisatawan dan warganet yang menyayangkan keberadaan tempat wisata tersebut, terutama karena harga tiket masuk yang dianggap tidak sepadan dengan pengalaman yang ditawarkan.
Harga tiket masuk ke lokasi ini mencapai 98 yuan (setara dengan sekitar Rp 220 ribu), dengan penawaran diskon menjadi 78 yuan (sekitar Rp 177 ribu) untuk pembelian secara online. Selain itu, terdapat pula biaya tambahan sebesar 48 yuan (sekitar Rp 109 ribu) bagi pengunjung yang berminat untuk berkemah di area yang disediakan.
Ironisnya, setibanya di lokasi, banyak wisatawan yang mengungkapkan kekecewaan mendalam. “Gunung” tersebut ternyata hanyalah sebuah bukit kecil yang permukaannya dilapisi rumput buatan dan diberi cat putih di bagian puncaknya. Bukit tersebut bahkan dilengkapi dengan tangga dan sebuah pintu kecil di bagian belakangnya, semakin menegaskan kesan yang tidak realistis dan dibuat-buat.
Manajemen Linqigu Real Estate Company, perusahaan yang bertanggung jawab atas pengelolaan objek wisata ini, bahkan menyebut bukit tersebut sebagai “gunung berapi” dan secara rutin menyelenggarakan “letusan” buatan setiap akhir pekan, lengkap dengan asap berwarna merah muda yang mengepul dari puncaknya.
Universe Fantasy Land awalnya dirancang sebagai sebuah lanskap dongeng yang menawan, dengan danau yang berkilauan, padang rumput hijau yang luas, rumah-rumah kayu yang unik, dan seekor kuda putih—semua ini ditujukan untuk menjadi tempat pelarian ideal bagi warga Kota Beijing yang ingin melepaskan diri dari tekanan kehidupan perkotaan. Namun, realitas di lapangan jauh dari harapan yang dijanjikan.
“Hanya sebuah bukit kecil yang puncaknya dicat putih. Sama sekali tidak ada hubungannya dengan Gunung Fuji,” tulis salah seorang pengunjung dengan nada kecewa di media sosial.
“Kita tidak perlu membayar untuk melihat Gunung Fuji yang asli, tetapi di sini kita justru harus membayar untuk versi palsunya,” tambah pengunjung lainnya, mengungkapkan rasa frustrasi yang sama.
Meskipun demikian, salah seorang staf mengklaim bahwa sejak pertama kali dibuka untuk umum pada bulan September lalu, tempat wisata ini telah mengalami berbagai peningkatan yang signifikan. Seorang pengunjung juga menyebutkan bahwa terdapat seekor kuda putih yang dihadirkan selama satu jam setiap harinya, khusus untuk sesi berfoto.
Bukan Pertama Kalinya China Buat Replika Wisata Dunia
Perlu dicatat bahwa ini bukanlah kali pertama Tiongkok membuat replika dari berbagai landmark terkenal di dunia. Sebelumnya, Provinsi Hebei dan beberapa wilayah lain di negara tersebut pernah membangun tiruan Menara Eiffel, Sphinx Mesir, bahkan bagian dari Tembok Besar China itu sendiri.
Gunung Fuji yang asli adalah situs warisan dunia yang dapat dinikmati pemandangannya secara jelas di Jepang saat cuaca cerah, tanpa perlu membayar biaya masuk. Keindahan gunung ini juga telah menginspirasi karya seni klasik berjudul Thirty-six Views of Mount Fuji yang diciptakan oleh seniman ukiyo-e ternama, Katsushika Hokusai.
Kini, “Gunung Fuji versi Hebei” justru menjadi simbol parodi dan viral di dunia maya, karena dianggap lebih cocok sebagai latar belakang foto lucu ketimbang sebagai destinasi impian yang sesungguhnya.