SCBD: Kisah Tomy Winata Membangun Pusat Bisnis Terpadu Pertama RI

- Penulis

Senin, 30 Juni 2025 - 20:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Momen mengejutkan mewarnai acara peletakan batu pertama (groundbreaking) Ekosistem Industri Baterai Listrik Terintegrasi Konsorsium ANTAM-IBC-CBL di Kawasan Artha Industrial Hills (AIH), Karawang, Jawa Barat, Minggu (29/6/2025). Presiden Prabowo Subianto, yang tengah memberikan sambutan, tiba-tiba menghentikan pidatonya. Perhatiannya tertuju pada sosok familiar di antara hadirin: Tomy Winata.

“Memang biasanya saya tidak mau ada… TW (Tomy Winata) ada di sini… Mukanya familiar, jadi harus saya sapa juga,” ujar Prabowo seraya menunjuk Tomy, seperti dikutip Kompas.com. Tomy Winata pun berdiri, menelungkupkan tangan sebagai bentuk penghormatan, sebelum kembali duduk.

Sorotan publik terhadap Tomy Winata bukan tanpa alasan. Pengusaha kelahiran Pontianak, 23 Juli 1958 ini, merupakan Komisaris PT Danayasa Arthatama Tbk, sebuah nama besar di balik pengembangan kawasan bisnis terpadu pertama di Indonesia yang dikenal dengan nama Sudirman Central Business District (SCBD) di wilayah Senayan, Jakarta Selatan.

Bersama Sugianto Kusuma, atau yang akrab disapa Aguan, selaku Presiden Komisaris, Tomy Winata mengusung visi ambisius untuk menyulap SCBD menjadi “Manhattan of Indonesia”. Keduanya bahu-membahu dalam merancang kawasan premium ini.

Melansir laman resminya, SCBD menerapkan model bisnis berbasis sinergi dan diversifikasi. Fokus utamanya terletak pada segmen usaha properti, yang meliputi real estat dan hotel, serta jasa telekomunikasi. Wilayah seluas kurang lebih 50 hektar yang strategis di Segitiga Emas Jakarta ini telah bertransformasi menjadi pusat bisnis elite.

Kawasan ini dilengkapi dengan gedung perkantoran kelas atas, hunian eksklusif, pusat perbelanjaan modern, dan hotel bintang lima, semuanya didukung oleh sarana dan prasarana yang terintegrasi penuh. Kegiatan usahanya mencakup pengembangan properti, pengelolaan kawasan niaga terpadu beserta fasilitas pendukung, serta penyediaan infrastruktur dan jasa umum, kecuali bidang hukum dan pajak.

SCBD kini berdiri gagah sebagai kawasan yang bertabur gedung-gedung ikonik di lanskap Jakarta. Sebut saja Mal Pacific Place, kompleks Bursa Efek Indonesia (BEI) atau Indonesia Stock Exchange, dan Gedung Artha Graha. Selain itu, berbagai struktur modern lainnya turut memperindah cakrawala SCBD, seperti Alila SCBD, Sequis Tower, Ashta District 8, Equity Tower, Revenue Tower, SCBD Park, Pacific Century Place, dan masih banyak lagi.

Tak hanya megah dalam arsitektur, nilai lahan di SCBD pun dikenal sebagai yang tertinggi di Jakarta. Hal ini tak lepas dari posisinya sebagai episentrum bisnis dengan konsentrasi gedung perkantoran, hotel, dan pusat perbelanjaan kelas atas.

Head of Research & Consultancy PT Leads Property Service Indonesia, Martin Hutapea, dalam acara Media Briefing Jakarta Property Market Insight Q1 2025, Kamis (19/6/2025), mengungkapkan, “SCBD (daerah paling mahal di Jakarta), itu sekitar kurang lebih bisa di atas Rp 200 juta-Rp 300 juta nilainya (per meter persegi).”

Senada, Senior Associate Director Colliers Indonesia, Ferry Salanto, menambahkan bahwa gedung Pacific Place di SCBD sendiri pernah mencapai harga Rp 200 jutaan per meter persegi pada tahun 2010. “Pembelinya Li Ka-shing, taipan asal Hong Kong dan pendiri Cheung Kong Holdings. Harganya saat itu 20.000 dollar AS per meter persegi,” jelas Ferry kepada Kompas.com, Senin (30/6/2025).

Dengan reputasinya sebagai pusat bisnis terpadu yang prestisius, SCBD tidak hanya menjadi penanda kemajuan properti di Jakarta, tetapi juga cerminan dari visi dan keberanian para pengembangnya, termasuk Tomy Winata, dalam menciptakan sebuah pusat gravitasi ekonomi di Ibu Kota.

Berita Terkait

Azizah Salsha & Arhan: 2 Tahun Pernikahan, Kontroversi Apa Saja?
Demo DPR 25 Agustus 2025: Tuntutan Apa yang Bakal Disuarakan?
Demo DPR 25 Agustus: Mahasiswa Tagih RUU, Ojol Jerit Ekonomi!
Acosta Selamat dari Maut! MotoGP Hungaria 2025 Mengerikan
MU Imbang Lawan Fulham: Penalti Gagal Bruno Fernandes Jadi Sorotan!
Marquez Tak Terbendung! Hasil MotoGP Hungaria 2025 & Klasemen Terbaru
Gibran Soal Gerbong Perokok: Setuju atau Tidak? Ini Jawaban Tegasnya!
Y-Connect Yamaha Dicopot: Aman? Risiko? Pertimbangan Penting!

Berita Terkait

Senin, 25 Agustus 2025 - 16:42 WIB

Azizah Salsha & Arhan: 2 Tahun Pernikahan, Kontroversi Apa Saja?

Senin, 25 Agustus 2025 - 15:18 WIB

Demo DPR 25 Agustus 2025: Tuntutan Apa yang Bakal Disuarakan?

Senin, 25 Agustus 2025 - 14:01 WIB

Demo DPR 25 Agustus: Mahasiswa Tagih RUU, Ojol Jerit Ekonomi!

Senin, 25 Agustus 2025 - 13:19 WIB

Acosta Selamat dari Maut! MotoGP Hungaria 2025 Mengerikan

Senin, 25 Agustus 2025 - 11:41 WIB

MU Imbang Lawan Fulham: Penalti Gagal Bruno Fernandes Jadi Sorotan!

Berita Terbaru

Public Safety And Emergencies

Jurnalis Antara Dianiaya Polisi Saat Liput Demo DPR!

Senin, 25 Agu 2025 - 21:08 WIB

Public Safety And Emergencies

Demo DPR, Tol Dalam Kota Macet! Lalin Dialihkan

Senin, 25 Agu 2025 - 21:00 WIB

politics

Partai Buruh Geruduk DPR 28 Agustus: Bukan Demo Akhir Pekan!

Senin, 25 Agu 2025 - 17:52 WIB