Modus Licik Pedagang Ayam Gelonggongan di Kebayoran Lama, Suntik Pakai Air Kotor

- Penulis

Senin, 3 Maret 2025 - 07:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, RAGAMUTAMA.COM – Seorang pria bernama Soyib (31) ditangkap oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan pada Kamis (27/2/2025).

Ia diduga menyuntikkan air ke dalam daging ayam potong untuk meningkatkan bobot jualannya.

Penangkapan tersebut dilakukan di salah satu tempat pemotongan ayam di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada pukul 00.41 WIB.

Soyib kini menghadapi ancaman hukuman serius karena dituduh melanggar Pasal 62 Ayat (1) juncto Pasal 8 ayat (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Jika terbukti bersalah, ia dapat dijatuhi hukuman penjara maksimal 5 tahun dan denda hingga Rp 2 miliar.

Bukan pemilik sebenarnya

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan AKP Bima Sakti menjelaskan, Soyib bukanlah pemilik tempat pemotongan ayam, melainkan seorang pekerja.

“Untuk motif, pelaku mencari keuntungan dari penjualan ayam, yang di mana bobot awal atau sebelum digelonggongkan berbeda sekitar satu sampai dua ons,” kata Bima saat diwawancarai di Kebayoran Lama pada Jumat (28/2/2025).

Meski Soyib bertindak sendiri, Bima memastikan bahwa pemilik tempat pemotongan tersebut mengetahui praktik ilegal yang dilakukan oleh Soyib.

Penyidik saat ini sedang mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap keterlibatan pihak lain dalam kasus ini dengan memeriksa sejumlah saksi.

Keuntungan besar dari praktik curang

Baca Juga :  Jelang Aturan Obesitas, Merek Besar Gencar Iklankan Junk Food!

Omzet dari tindakan curang Soyib cukup menggiurkan. Bima mengungkapkan, keuntungan yang diperoleh dari praktik ini bisa mencapai Rp 10 juta per hari.

“Untuk pemotongan yang bisa dilakukan oleh saudara SY, dalam satu hari bisa sampai 100 hingga 200 ayam potong, yang dijual mulai harga Rp 30.000 hingga Rp 50.000 per ekor,” jelasnya.

Soyib sendiri tidak memiliki keahlian khusus untuk melakukan aksinya ini. Ia mengaku belajar dari rekan kerjanya yang sebelumnya juga pernah bekerja di tempat pemotongan ayam tersebut.

“Untuk bisnis ini dijalankan pengakuan dari tersangka saudara SY, yang bersangkutan sudah menjalani mulai dari tahun 2021,” ujar Bima.

Pakai air kotor

Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan Hasudungan A Sidabalok mengungkapkan, Soyib menyuntik ayam gelonggong menggunakan air kotor.

“Yang perlu kami cermati adalah air yang digunakan itu berasal dari air kotor,” katanya saat dijumpai di Pasar Kebayoran Lama.

Kandungan bakteri dalam air kotor tersebut dapat mengkontaminasi ayam yang telah disuntik, menyebabkan kualitas daging menurun.

“Kemudian konsistensinya (daging) juga akan menjadi lembek karena banyak air, dia akan berbau amis,” jelas Hasudungan.

Meskipun ia meyakini tidak ada dampak signifikan bagi konsumen, Hasudungan memperingatkan tentang potensi risiko dari mengonsumsi ayam yang disuntik air kotor.

Baca Juga :  Resep Ayam Kremes Bumbu Serai dan Terasi

Cara membedakan ayam gelonggongan

Hasudungan juga memberikan beberapa ciri-ciri ayam gelonggongan yang dijual oleh pedagang nakal.

“Yang pertama itu, terlihat lebih basah dari ayam pada umumnya. Kalau ayam pada umumnya itu kan lembap, ya, kalau ini basah,” ungkapnya.

Aroma amis dari ayam potong yang disuntik air juga akan lebih tajam dibandingkan ayam yang biasa.

Ketika ditanya soal kemungkinan ayam gelonggongan dihinggapi lalat, Hasudungan menjelaskan bahwa hal tersebut seringkali terjadi.

“Kalau berbau lebih amis, pasti lalat juga lebih banyak. Tetapi, jika tidak dihinggapi lalat, kadang-kadang itu karena dikasih formalin, beda lagi kasusnya,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa kulit ayam gelonggongan akan terasa lebih licin.

Saat pembeli menggantung atau mengangkat ayam gelonggongan, biasanya akan keluar lebih banyak air. Padahal, ayam yang normal umumnya hanya terasa lembap.

“Kalau misalnya dimasak ya, dia (ayam) penyusutannya ini drastis banget. Misalnya kalau tiba-tiba kita ungkep itu jadi kecil begitu. Kemudian kalau misalnya digoreng itu air itu benar-benar nyiprat gitu,” ungkap Hasudungan.

Saat dikonsumsi, ayam gelonggongan memiliki rasa yang kurang enak dibandingkan dengan ayam yang tidak disuntik air.

Berita Terkait

Viral TikTok Dubai Chocolate: Ancaman Krisis Pistachio Dunia?
Sudhamek AWS: Kisah Inspiratif Pemilik Garudafood dan Transformasi Bisnisnya
Nikmati Sensasi Argentina: Fuego & Sabor, Menu Terbaru yang Menggoda di Sudestada
Harga Ayam Anjlok: Peternak Rugi Puluhan Miliar Rupiah per Minggu!
Wajib Coba: 10 Kuliner Legendaris Khas Solo yang Bikin Nagih!
Kedai vs Cafe: 5 Perbedaan Utama yang Wajib Kamu Tahu!
10 Restoran Sushi Autentik Terbaik di Tokyo: Pengalaman Kuliner Tak Terlupakan
Tumis Jamur Bayam: Resep Praktis & Sehat Akhir Pekan!

Berita Terkait

Minggu, 20 April 2025 - 15:59 WIB

Viral TikTok Dubai Chocolate: Ancaman Krisis Pistachio Dunia?

Minggu, 20 April 2025 - 08:24 WIB

Sudhamek AWS: Kisah Inspiratif Pemilik Garudafood dan Transformasi Bisnisnya

Sabtu, 19 April 2025 - 11:24 WIB

Nikmati Sensasi Argentina: Fuego & Sabor, Menu Terbaru yang Menggoda di Sudestada

Jumat, 18 April 2025 - 22:59 WIB

Harga Ayam Anjlok: Peternak Rugi Puluhan Miliar Rupiah per Minggu!

Jumat, 18 April 2025 - 19:03 WIB

Wajib Coba: 10 Kuliner Legendaris Khas Solo yang Bikin Nagih!

Berita Terbaru

technology

iPhone 17 Pro: Rumor Hilangnya Layar Anti-Reflektif, Benarkah?

Kamis, 1 Mei 2025 - 02:31 WIB

Family And Relationships

Lisa Mariana Bangkit: Endorse Potong Lambung Setelah Dihina?

Kamis, 1 Mei 2025 - 01:59 WIB